AA adalah korban Pig Butchering scam alias penipuan potong babi yang sedang jadi perhatian FBI saat ini.
Pig Butchering merupakan salah satu skema penipuan dengan mekanisme manipulasi sosial yang sedang marak di dunia investasi aset uang kripto (cryptocurrency).
Baca Juga:
Dukung Sinergi Imigrasi dan Sumut, MARTABAT Prabowo-Gibran: Danau Toba Harus Jadi Gerbang Global
Istilah Pig Butchering scam atau penipuan potong babi ini berasal dari cara peternak menggemukkan babinya sebelum disembelih, agar menghasilkan daging yang banyak.
Dalam kasus penipuan kripto, peternak digambarkan sebagai pelaku penipuan. Sementara babi merepresentasikan investor korban penipuan yang “menggemukkan” melalui janji-janji manis.
Misalnya, dijanjikan bakal mendapat uang dan untung yang banyak dari investasi kripto yang dilakukan.
Baca Juga:
RI Terima Investasi Kuartal I 2026 Sebesar Rp498,79 Triliun dan Serap 700 Ribu Lebih Tenaga Kerja
Dalam proses penggemukkan, investor bakal diajak menginvestasikan uang ke platform kripto bodong. Pada satu titik, kemungkinan ketika tujuan penipu tercapai, investor bakal disembelih alias ditipu habis-habisan karena uang yang diinvestasikan raib.
Itulah yang terjadi kepada AA belum lama ini. Percakapan yang awal mulanya hanya terjadi di DM Instagram, kemudian berlanjut ke aplikasi WhatsApp.
Modus kenalan, lalu tawarkan investasi