WahanaNews-Borneo | Meskipun teknologi nuklir merupakan energi paling bersih dan bisa menghasilkan listrik per kwh yang lebih murah, Indonesia dinilai masih belum siap memanfaatkan teknologi tersebut dalam waktu dekat.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan.
Baca Juga:
IAEA Uangkap Iran Punya 200 Kg Uranium Disimpan Isfahan, Bisa Jadi Bom Nuklir
Menurut Mamit, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan pemerintah jika hendak membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.
Pertama, faktor kesiapan transmisi dan distribusi milik PLN dalam menyerap listrik dari nuklir.
“Karena jika sampai, misalnya jaringan PLN tidak siap seperti terjadi black out, maka bisa berbahaya bagi PLTN,” ujar Mamit dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (26/10/2022).
Baca Juga:
Sempat Dikirim ke RI, Kapal Berisi Debu Seng Terpapar Radioaktif Cesium-137 Terjebak di LCS
Hal kedua, lanjut Mamit, adalah faktor keamanan.
Maksudnya, perlu diperhatikan sejauh mana kesiapan pembangunan PLTN yang tetap aman dan tidak menimbulkan bencana.
Lalu ketiga, faktor sumber daya manusia atau SDM.