Sebagai contoh, ada Bapak Kota Baru Ebenezer Howard yang jengah dengan kawasan-kawasan urban padat, kotor, dan suram di Inggris.
Dalam bukunya, Garden Cities of To-Morrow, Howard pada 1898 mengusung desentralisasi dengan konsep kota taman yang menawarkan kehidupan modern, energik, indah, dan menggembirakan.
Baca Juga:
Hibah Rp115,94 Miliar untuk Smart City IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Pengetahuan dan Teknologi
Konsep ini pada dasarnya mengembangkan area-area baru di sekeliling kota utama demi mengendalikan urbanisasi.
Tiap area didominasi taman hijau tempat warga kota menyesap udara segar setiap saat.
Keberadaan kota-kota baru sekaligus sebagai sarana berbagi beban fungsi serta berbagai persoalan yang membelit kota utama.
Baca Juga:
PAMA, UGM, dan Otorita IKN Hijaukan Nusantara Lewat Penanaman Pohon di Eco-Edu Forest
Di tiap kota baru ada pembatasan jumlah populasi demi mengontrol kepadatan demi menjaga kesehatan kota.
Ada pemisahan zonasi untuk berbagai fasilitas, seperti pendidikan, bisnis, industri, kawasan pertanian penyokong ketahanan pangan urban, dan lainnya.
Ada pula pembagian status dan fungsi akses penghubung mencakup jalan lingkungan, kabupaten, antarkota dan ke kota utama.