Bukan pekerja migran yang pindah dari perdesaan ke metropolitan dan menjadi penduduk kota baru.
Migran baru yang masih memperjuangkan ekonominya biasa berlabuh menemukan kamar atau hunian murah di tengah kepadatan kota.
Baca Juga:
Jenderal Listyo Sigit Mutasi 1.121 Perwira Polri, Bentuk Polresta Baru di IKN
Kelas menengah yang sedang naik daunlah sasaran pasar kota baru.
Akses ke kota utama tetap dibangun yang didominasi jalan bebas hambatan.
Sistem angkutan publik massal baru terpikir belakangan.
Baca Juga:
Hibah Rp115,94 Miliar untuk Smart City IKN, MARTABAT Prabowo-Gibran: Investasi Pengetahuan dan Teknologi
Provoost menyatakan, dengan menarik orang berkantong tebal, area urban baru menjadi semacam tempat bagi kaum berpunya berpaling dari hiruk-pikuk kota.
Kota baru di Asia bukanlah respons atas urbanisasi, melainkan pelarian yang berpotensi menduplikasi isu-isu urban yang sama.
Perbedaan lain, katanya, kota-kota baru di Eropa dulu diprakarsai, diorganisasi, dan dibiayai oleh pemerintah atau negara untuk mengelola pertumbuhan metropolitan dan menyediakan perumahan bagi semua lapisan penduduk.