Bukan pekerja migran yang pindah dari perdesaan ke metropolitan dan menjadi penduduk kota baru.
Migran baru yang masih memperjuangkan ekonominya biasa berlabuh menemukan kamar atau hunian murah di tengah kepadatan kota.
Baca Juga:
Investor China Masuk IKN Bawa Duit Rp1,25 Triliun, Bangun Kawasan Hunian Terpadu
Kelas menengah yang sedang naik daunlah sasaran pasar kota baru.
Akses ke kota utama tetap dibangun yang didominasi jalan bebas hambatan.
Sistem angkutan publik massal baru terpikir belakangan.
Baca Juga:
IKN Dibangun dengan Presisi Tinggi, 115 Paket Konstruksi Jadi Mesin Utamanya
Provoost menyatakan, dengan menarik orang berkantong tebal, area urban baru menjadi semacam tempat bagi kaum berpunya berpaling dari hiruk-pikuk kota.
Kota baru di Asia bukanlah respons atas urbanisasi, melainkan pelarian yang berpotensi menduplikasi isu-isu urban yang sama.
Perbedaan lain, katanya, kota-kota baru di Eropa dulu diprakarsai, diorganisasi, dan dibiayai oleh pemerintah atau negara untuk mengelola pertumbuhan metropolitan dan menyediakan perumahan bagi semua lapisan penduduk.